PTK PEMBELAJARAN Di KELAS

A.    Tinjauan Pustaka
1.    Pengertian Belajar
Definisi belajar yang dikemukakan para ahli berbeda-beda, sesuai dengan disiplin ilmu yang digelutinya, namaun demikian pada prinsipnya belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman dalam interaksi dengan lingkungannya.
Menurut Purwanto (1990) belajar merupakan suatu perubahan dalam tingkah laku, dimana perubahan itu dapat mengarah pada tingkah laku yang lebih baik, tetapi juga ada kemungkinan mengarah kepada tingkah laku yang lebih buruk.
Menurut Makmum (dalam skripsi yang berjudul perbedaan pondokan di dalam dan luar pesantren terhadap prestasi belajar siswa 2005) belajar itu merupakan suatu perunabahan tingkah laku atau pengalaman tertentu. Perubahan belajar dapat bersifat fungsional (struktural), material dam behaviorial. Ketiga sifat tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
a.    Belajar merupakan perubahan fungsional, bahwa jika manusia itu terdiri atas sejumlah fungsi-fungsi tertentu yang mewakili daya atau kemampuan tertentu, agar berlaku secara fungsional, maka harus telati. Oleh karena itu dalam kontek ini, belajar berarti melatih daya otak supaya tajam, sehingga berguna untuk memecahkan masalah.
b.    Belajar merupakan perkayaan materi pengetahuan (material) dan perkyaan pola-pola sambutan (respon) prilaku baru. Dalam hal ini belajar merupakan suatu proses pengisian jiwa dengan pengtahuan dan pengalaman sebanyak-banyaknya.
c.    Belajar merupakan prilaku dan pribadi secara keseluruhan berarti bukan hanya bersifat mekanis melaikan juga merupakan prilaku organisme sebagai totalitas, meskipun yang dipelajari itu hal-hal khusu, namun merupakan makna bagi totalitas pribadi yang bersangkutan.
Dimyati (2006) mengatakan bahwa belajar merupakan tindakan dan prilaku siswa yang kompleks. Sebagai tindakan, maka belajar hannya dialami oleh siswa sendiri. Siswa adalah penentu terjadinya atau tidak terjadinya proses belajar.
Gane mengatakan (Dimyati, 2006):
“Belajar terjadi apabila situasi stimulus besama dengan isi ingatan mempengaruhi siswa sedemikian rupa sehingga perbuatannya kembali dari waktu ia sebelum ia mengalami situasi sewaktu ia mengalami situasi tadi. Belajar adalah berhubungan dengan perubhan tingkah laku seseorang terhadap situasi tertentu yang disebabkan oleh pengalaman berulang-ulang. Belajar adalah setiap perubahan yang relatif mantap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman”.
Hamalik (2007) mengatakan belajar mengandung pengertian terjadinya perubahan dari presepsi dan prilaku, termasuk perbaikan prilaku misalnya pemuasan kebutuhan masyarakat atau pribadi secara lebih lengkap.
Menurut Sumiati dan Asra (2008) belajar diartikan sebagai proses perubahan perilaku, akibat interaksi individu dengan lingkungan. Belajar merupakan proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai suatu pengalaman individu itu sendiri dalam ineraksi dan lingkungannya.
Dari berbagai definisi belajar diatas dapat disimpulkan bahwa beberapa elemen penting yang bercirikan pengertian belajar, yaitu :
a.    Merupakan suatu perubahan dalam tingkah lak.
b.    Suatu perubahan yang terjadi melalui latihan atau pengalaman.
c.    Perubahan tingkah itu relatif mantap.
d.    Tingkah laku yang berubah menyangkut berbagai aspek kepribadian, baik fisik maupun psikis.
2.    Pengertian Mengajar
Para ahli psikologis memberi batasan atau pengertian tentang mengajar yang berbeda. Perbedaan tersebut disebabkan perbedaan titik pandang terhadap makna hakikat mengajar. Berdasarkan pandangan tersebut, Sudjana (2005) mengemukakan bahwa “mengajar pada hakikatnya adalah suatu proses, yaitu proses mengatur, mengorganisasi lingkungan yang ada disekitar siswa sehingga dapat menumbuhkan dan mendorong siswa melakukan proses belajar mengajar”.
Menurut Bocttecourt (dalam Rusyana, 2003) bukanlah memindahkan pengetahuan dari guru ke murid, melainkan suatu kegiatan yang memungkinkan siswa membangun sendiri pengetahuannya, artinya berpartisipasi dengan pelajar dalam membentuk pengetahuan, membuat makna, mencari kejelasan, bersikap kritis.
Menurut Slameto (2003) “mengajar dalah penyerahan kebudayaan berupa pengalaman-pengalaman dan kecakapan kepada anak didik kita atau usaha mewariskan kebudayaan masyarakat pada generasi berikut sebagai generasi penerus”.
Dari beberapa teori diatas, dapat disimpulkan bahwa tugas guru harus berusaha membawa perubahan tingkah laku yang baik dan kecenderungan langsung untuk mengubah tingkah laku siswanya. Itu suatu bukti bahwa guru harus memutuskan, membuat atau merumuskan tujuan pengajaran.
3.    Pengertian Hasil Belajar
Sebagaimana dikemukakan Dimyati dan Moedjiono (1994) bahwa “hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindak mengajar atau tindak belajar”. Sedangkan Karti Soeharto (1984) menyatakan bahwa “mengajar ditandai dengan ciri-ciri yaitu: (a) Disegaja dan bertujuan, (b) Tahan Lama, (b) Tahan Lama, (c)  Bukan Karena kebetulan, (d) Bukan karena kematangan dan pertumbuhan”.
Demikian pula kamus umum Bahasa Indonesia disebutkan bahwa : “ hasil belajar merupakan sesuatu yang diadakan, dibuat, dijadikan oleh suatu usaha atau dapa juga berarti pendapat” (Poerwadarminta, 1996).
Gagne (Makmun, 2008) mengatakan bhwa ada lima kemampuan hasi belajar yaitu: 1) keterampilan-keterampilan intelektual, karena keterampilan itu merupakan penampilan yang ditunjukan oleh siswa tentang operasi intelektual yang dapat dilakukannya, 2) penggunaan strategi koognitif, karena siswa perlu menunjukan penampilan yang baru, 3) Berhubungan dengan sikap-sikap yang dapat ditunjukan oleh perilaku yang mencerminkan pilihan tindakan teradap kegiatn-kegiatn TIK, 4) Dari hasil belajar adalah informasi verbal, 5) Ketermapilan motorik.
Pendapat lain mengatakan bahwa “belajar aktif merupakan pembelajaran yang melibatkan siswa, baik secara fisik maupun mental, pikiran, perasaan, sosial serta sesuai dengan perkembangan anak sekolah dasar” (Depdikbud, 1994).
Berdasarkan pernyataan diatas, dapat disimpulkan bahwa hasil belajara adalah hasil yang dipeoleh oleh siswa setelah mengalami interaksi proses pembelajaran.
4.    Faktor-Faktor yang mempengaruhi hasil belajar
Menurut kamus lengkap Bahasa Indonesia medern yang disusun oleh Muhammad Ali “Faktor adalah sesuatu hal, keadaan, peristiwa, dan sebagainya, yang ikut menyebabkan, mempengaruhi terjadinya sesuatu”.
Makmum (2000) menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi belajar dapat digolongkan menjadi 4 hal yaitu :
a.    Motivasi.
b.    Perhatian.
c.    Usaha.
d.    Evaluasi dan pemantapan.
Adapun beberapa faktor yang dapat mempengaruhi belajar, menurut Purwanto (1990) dapat digolongkan menjadi 2 faktor yaitu :
a.    Faktor yang ada pada diri organisme itu sendiri yang kita sebut faktor individua, dan
b.    Faktor yang ada diluar individu yang kita sebut faktor sosial. Yang termasuk ke dalam individual antara lain : faktor kematangan/ pertumbuan, kcerdasan, latihan, motivasi, dan faktor pribadi. Sedangkan yang termasuk faktor sosial antara keluarga/ keadaan rumah tangga, guru dan cara mengajarnya, alat-alat yang dipergunakan dalam belajar mengajar, linkungan dan kesehatan yang tersedia dan motivasi sosial.
Untuk Lebih Lengkap Silahkan Downlod Link Di bawah Ini
BAB I Disini
BAB II Disini
BAB III Disini
BAB IV Disini
BAB V Disini
Lampiran Disini

No comments:

Post a Comment

Jangan Lupa Komen-nya yah,,,,,!!